Patahkan Stigma Klasik Kampus, Sekda Aceh Sebut Aktivis Mahasiswa Banyak Raih IPK di Atas 3,5

Ade Hikma

Ade Hikma

20 Mei 2026, 23:20 WIB

2 menit baca
Patahkan Stigma Klasik Kampus, Sekda Aceh Sebut Aktivis Mahasiswa Banyak Raih IPK di Atas 3,5

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, saat memberi kata sambutan di Universitas Almuslim periode 2026–2027 di Kabupaten Bireuen, Rabu, 20 Mei 2026. Foto: dok. Ist

BIREUEN - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Almuslim atas konsistensinya dalam membangun tradisi akademik dan memperkuat kepemimpinan mahasiswa.

Apresiasi tersebut disampaikan Nasir saat menghadiri pelantikan serentak pengurus Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas Almuslim periode 2026–2027 di Kabupaten Bireuen, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam pidato sambutannya, Nasir menekankan bahwa perguruan tinggi mengemban tugas yang luas di era modern. Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading yang mencetak lulusan unggul secara teoretis, tetapi juga wajib melahirkan generasi muda yang matang, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi melalui wadah organisasi kemahasiswaan.

Secara khusus, Nasir menyoroti stigma klasik yang kerap menghantui dunia mahasiswa: kekhawatiran bahwa aktif berorganisasi dapat menurunkan prestasi akademik, memicu penurunan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), hingga memperpanjang masa studi.

Namun, Sekda Aceh mematahkan anggapan usang tersebut dengan memaparkan data ilmiah terkini.

"Beberapa penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya. Salah satunya adalah riset yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia terhadap 120 responden angkatan 2020 hingga 2023, yang dimuat dalam laman economica.id," ujar M. Nasir Syamaun, Rabu.

Berdasarkan data riset tersebut, keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi terbukti tidak memiliki hubungan signifikan terhadap penurunan IPK. Bahkan, mayoritas mahasiswa yang aktif di lembaga kemahasiswaan justru mampu mempertahankan performa akademik prima dengan raihan IPK di atas 3,5.

Lebih lanjut, Nasir menambahkan bahwa lanskap kepemimpinan nasional di Indonesia sejak lama dibentuk oleh rahim organisasi kampus. Ia mengingatkan para pengurus yang baru dilantik bahwa ruang-ruang rapat organisasi hari ini adalah simulasi dari kepemimpinan masa depan.

"Sebagian besar menteri kabinet hingga para pemimpin bangsa saat ini merupakan sosok-sosok yang berangkat dari latar belakang seorang aktivis mahasiswa," kata Nasir memotivasi.

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat di kampus kebanggaan masyarakat Bireuen ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan; Ketua Pembina Yayasan Almuslim, Rusyidi Mukhtar; jajaran civitas akademika; serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bireuen.

Editor : Ade Hikma

Komentar

Berita Terkait