BNN Gayo Lues Bagikan 270 Ribu Bibit Kopi
Warga Diajak Tinggalkan Tanaman Terlarang
11 Mei 2026, 10:35 WIB
Kepala BNN Gayo Lues Koordinasi dengan kepala Dinas Pertanian Gayo Lues. Foto Ist
BLANGKEJEREN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gayo Lues menyalurkan 270 ribu bibit kopi kepada masyarakat melalui program Grand Design Alternative Development (GDAD) bekerja sama dengan Satgas Gretek.
Bibit yang dibagikan terdiri dari varietas unggulan seperti Gayo Satu, Andong Sari, Paritas, dan Komasti.
Kepala BNN Gayo Lues Fauzul Imam mengatakan program tersebut difokuskan untuk pengembangan kawasan pertanian masyarakat yang sebelumnya masuk kategori kawasan tanaman terlarang.
"Untuk khusus Gayo Lues, seluruh kawasan masuk kawasan terlarang. Karena itu program ini hadir untuk membantu masyarakat beralih dan meningkatkan ekonomi melalui pengembangan kopi," kata Fauzul Imam, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, penerima bantuan bibit kopi harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya lahan sudah siap tanam dan berada pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Menurutnya, syarat tersebut penting agar tanaman kopi dapat tumbuh optimal dan menghasilkan produksi berkualitas tinggi.
Program pengembangan kopi itu juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues yang saat ini mendorong sektor perkebunan kopi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Selain meningkatkan pendapatan warga, program tersebut diharapkan mampu mengalihkan masyarakat dari ketergantungan terhadap tanaman terlarang ganja menuju sektor pertanian yang legal dan produktif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues Abdul Hakim mengatakan daerah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil kopi di Aceh. Namun, produksi kopi masyarakat dinilai masih belum maksimal.
"Melalui program pengembangan kopi ini diharapkan produksi kopi masyarakat dapat meningkat sehingga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani," ujarnya.
Ia menyebutkan masih banyak lahan kosong di Gayo Lues yang belum produktif. Karena itu, program pengembangan kopi dinilai strategis untuk memberdayakan masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.
Pemerintah berharap bantuan ratusan ribu bibit kopi tersebut dapat memperkuat sektor perkebunan kopi di Gayo Lues hingga menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat ke depan.(*)
Editor : Taufik Zass
Komentar
Berita Terkait
Daerah
BEM UI Ikut Suarakan Aspirasi Korban Bencana di Aceh, Sebut Solidaritas Tak Mengenal Daerah Asal
3 Juli 2026, 20:09 WIB
Daerah
BBPOM Aceh Mulai Penilaian Aset untuk Percepat Pembentukan UPT di Aceh Timur
3 Juli 2026, 14:55 WIB
Daerah
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Selatan Gelar Syukuran dan Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi
1 Juli 2026, 17:59 WIB
Daerah
Hujan dan Angin Kencang Rusak Atap Sejumlah Toko di Aceh Besar
1 Juli 2026, 17:23 WIB
Daerah
Aceh Siapkan Hilirisasi Migas Blok Andaman, Mualem Bidik Industri dan Lapangan Kerja
1 Juli 2026, 13:55 WIB
Daerah
Operasional Pemulangan Haji Aceh Segera Tuntas, Satu Kloter Masih di Madinah
29 Juni 2026, 15:18 WIB