Terima SK Kepengurusan Baru dari Sekda, Ketua HAMAS Siap Hidupkan Lagi Peran Strategis Mahasiswa

Ade Hikma

Ade Hikma

3 jam yang lalu

3 menit baca
Terima SK Kepengurusan Baru dari Sekda, Ketua HAMAS Siap Hidupkan Lagi Peran Strategis Mahasiswa

Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) foto bersama dengan Sekda Aceh Selatan Diva Samudra Putra usai menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Foto: Dok. Ist

ACEH SELATAN - Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Dokumen legalitas tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan Diva Samudra Putra yang bertindak mewakili Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, bertempat di Kantor Bupati Aceh Selatan pada Selasa, 2 Juni 2026.

Momentum penyerahan dokumen ini dinilai menjadi tonggak sejarah yang sangat penting bagi fase kebangkitan HAMAS, setelah roda organisasi kemahasiswaan tersebut sempat mengalami masa vakum dalam beberapa waktu terakhir. Melalui penerimaan SK kepengurusan ini, HAMAS kini kembali mengantongi legitimasi hukum yang kuat untuk menjalankan fungsi organisatorisnya sebagai wadah pembinaan, pengembangan kapasitas intelektual, serta ruang pengabdian bagi seluruh mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Aceh Selatan.

Ketua HAMAS, Fatansabilulhaq, menyampaikan apresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan atas kepercayaan besar yang telah diberikan kepada jajaran kepengurusan baru. Kepercayaan ini akan dijadikan modal utama untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus menghidupkan kembali peran strategis mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada HAMAS. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab demi membawa HAMAS menjadi organisasi yang lebih maju, progresif, dan bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat Aceh Selatan," ujar Fatansabilulhaq seusai prosesi penyerahan SK.

Menurut analisis Fatan, keberadaan HAMAS memegang posisi yang sangat strategis sebagai ruang konsolidasi bagi ribuan mahasiswa asal Aceh Selatan yang saat ini sedang menempuh studi pendidikan tinggi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Oleh karena itu, agenda revitalisasi organisasi internal menjadi langkah krusial dalam membangun kembali semangat kolektif mahasiswa untuk ikut berkontribusi nyata terhadap kemajuan tanah kelahiran mereka.

Fatan juga tidak menampik bahwa status HAMAS yang telah lama vakum memunculkan tantangan tersendiri bagi kepengurusannya. Dibutuhkan kerja sama yang solid serta komitmen yang kuat dari seluruh elemen mahasiswa untuk mengembalikan eksistensi organisasi ini agar mampu berdiri tegak sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi jalannya pemerintahan daerah.

"Kondisi vakumnya organisasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Namun, hal tersebut juga menjadi motivasi untuk membangun kembali HAMAS sebagai wadah perjuangan intelektual yang mampu melahirkan gagasan, kritik yang konstruktif, serta program-program yang berdampak bagi pembangunan Aceh Selatan," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jajaran kepengurusan baru di bawah komandonya akan meletakkan fokus kerja pada aspek penguatan kelembagaan organisasi, eskalasi kualitas sumber daya mahasiswa, serta merajut kolaborasi multipihak (pentahelix) mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan strategis lainnya.

Penyerahan SK kepengurusan ini diharapkan menjadi titik awal yang baik dari kebangkitan kolektif HAMAS dalam mengaktivasi kembali fungsi edukatif, sosial, dan advokatifnya. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi tawar mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu menyumbang kontribusi riil bagi masa depan Kabupaten Aceh Selatan.

Berbekal semangat kepengurusan baru dan sokongan dari berbagai pihak, HAMAS menyatakan optimisme yang tinggi untuk kembali bertransformasi menjadi organisasi mahasiswa yang aktif, responsif terhadap dinamika isu-isu lokal, serta mampu menjadi jembatan aspirasi bagi generasi muda Aceh Selatan menuju pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait