Soal Sawah Kering di Kluet Raya, DPRK Aceh Selatan Sentil Kinerja Dinas Pengairan Aceh

Ade Hikma

Ade Hikma

Kemarin, 14:54 WIB

3 menit baca
Soal Sawah Kering di Kluet Raya, DPRK Aceh Selatan Sentil Kinerja Dinas Pengairan Aceh

Ketua Fraksi Partai PNA DPRK Aceh Selatan, Arjuna. Foto: Dok.Ist

ACEH SELATAN - Kondisi irigasi free intake Gunung Pudung di Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, disorot DPRK Aceh Selatan. Sedimentasi yang menumpuk di pintu intake disebut menyebabkan distribusi air ke areal persawahan masyarakat terganggu selama hampir setahun terakhir.

Ketua Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) sekaligus Sekretaris Komisi III DPRK Aceh Selatan, Arjuna, menilai lambatnya penanganan dari Dinas Pengairan Provinsi Aceh menjadi penyebab utama persoalan tersebut terus berlarut.

Menurutnya, sedimentasi pada pintu air membuat aliran menuju saluran irigasi di sayap kiri dan kanan tidak lagi berjalan maksimal sehingga berdampak terhadap ribuan hektare sawah masyarakat di kawasan Kluet Raya.

“Akibat sedimentasi yang menumpuk pada pintu air, aliran air tidak lagi mampu mengairi persawahan masyarakat secara maksimal. Kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih selama satu tahun terakhir,” kata Arjuna, Jumat, 29 Mei 2026.

IMG 20260529 130431
Kondisi irigasi free intake Gunung Pudung di Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Foto: Dok. Ist

Arjuna menjelaskan, irigasi Gunung Pudung dibangun sekitar tahun 1993 dan selama ini menjadi sumber utama pengairan lahan pertanian masyarakat di Kluet Raya. Namun, perhatian terhadap pemeliharaan dan normalisasi irigasi disebut minim meski berada di bawah kewenangan Dinas Pengairan Provinsi Aceh.

Ia menyebut persoalan distribusi air itu bukan pertama kali terjadi. Petani, kata dia, sudah berulang kali mengalami gangguan serupa, namun belum ada penanganan menyeluruh dari pemerintah provinsi.

“Ironisnya, perhatian serius terhadap irigasi ini hanya pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati Aceh Selatan Husen melalui program normalisasi. Setelah itu penanganannya terkesan tidak maksimal,” ujarnya.

Kondisi itu kini berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Sejumlah petani disebut sudah melakukan pembajakan sawah dan menyiapkan benih, namun terancam gagal tanam akibat kekeringan.

“Petani sudah mengeluarkan biaya untuk pengolahan lahan dan penyediaan benih. Namun karena air tidak mengalir, sawah menjadi kering kerontang dan penanaman terancam gagal dilakukan,” kata Arjuna.

Menurutnya, normalisasi kecil yang pernah dilakukan sebelumnya belum mampu mengatasi akar persoalan sedimentasi di intake Gunung Pudung. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Kepala UPTD Pengelolaan Irigasi Wilayah V di bawah Dinas Pengairan Provinsi Aceh, Bambang Yusri, terkait kondisi tersebut.

Selain itu, usulan penanganan irigasi Gunung Pudung juga disebut telah diajukan melalui APBA Murni 2026, namun hingga kini belum direalisasikan.

"Saya berharap normalisasi irigasi Gunung Pudung dapat segera diakomodir pada APBA Perubahan sehingga persoalan ini tidak terus berlarut dan petani tidak kembali mengalami kerugian akibat gagal tanam,” ujarnya.

Arjuna juga mengingatkan kondisi kekeringan di kawasan Kluet Raya berpotensi mengganggu realisasi program BASAGA yang dicanangkan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan. Program tersebut dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai agar target produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah berjalan optimal.

Menurutnya, jika sedimentasi dan kerusakan fungsi irigasi tidak segera ditangani serius oleh Pemerintah Aceh melalui dinas terkait, maka target peningkatan produksi pertanian di kawasan Kluet Raya berpotensi tidak tercapai.

“Jangan sampai program pertanian yang sudah dicanangkan pemerintah daerah justru terkendala karena lemahnya perhatian terhadap infrastruktur dasar pertanian seperti irigasi,” tegasnya.

Masyarakat petani di Kluet Raya kini berharap Pemerintah Aceh segera melakukan normalisasi menyeluruh terhadap irigasi Gunung Pudung agar distribusi air kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan optimal.

Editor : Ade Hikma

Komentar

Berita Terkait