Waspada Modus 'Slip Transfer Palsu': Penipu Catut Foto Sekda Aceh Selatan, Kuras Rekening Warga Lewat DANA

Ade Hikma

Ade Hikma

5 jam yang lalu

2 menit baca
Waspada Modus 'Slip Transfer Palsu': Penipu Catut Foto Sekda Aceh Selatan, Kuras Rekening Warga Lewat DANA

No WhatsApp pelaku penipuan yang mengatas namakan Sekda Aceh Selatan. Foto: Dok.Ist

ACEH SELATAN - Aksi penipuan dengan modus mencatut nama dan foto pejabat publik kembali memakan korban. Kali ini, nama Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan siber untuk mengelabui warga melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026 ini, memanfaatkan trik psikologis dan manipulasi digital yang rapi, hingga berhasil meyakinkan korban untuk mengirimkan sejumlah uang pribadi.

Aksi penipuan ini bermula ketika sebuah nomor WhatsApp tak dikenal, +6289531456483, menghubungi seorang warga yang mengenal dekat sosok Sekda Aceh Selatan. Untuk melancarkan aksinya dan membangun kepercayaan, pelaku memasang foto profil Sekda yang sedang mendampingi istrinya.

Bermodalkan identitas visual tersebut, pelaku memulai percakapan akrab seolah-olah ia adalah sang pejabat yang sedang membutuhkan bantuan mendesak.

Setelah obrolan mencair, pelaku melancarkan jurus utamanya. Ia mengaku telah mengirimkan sejumlah uang sebesar Rp 1.600.000 ke rekening korban. Sebagai bukti, pelaku mengirimkan sebuah gambar tangkapan layar (screenshot) berupa slip transfer bank.

IMG 20260530 WA0035
Tangkapan layar percakapan pelaku yang mengatasnamakan Sekda Aceh Selatan Diva Samudra Putra dengan korban. Dok. Ist

Namun, alih-alih memberikan bantuan, pelaku justru meminta korban untuk segera mengirimkan uang sebesar Rp 600.000 ke sebuah dompet digital. Uang tersebut diminta untuk ditransfer ke rekening DANA dengan nomor 0821-6131-776 atas nama "Yayasan Pak Yudha".

Korban sebenarnya sempat memeriksa saldo rekeningnya dan menyadari bahwa uang Rp 1.600.000 yang dijanjikan pelaku belum masuk. Namun, dengan lihai pelaku berdalih bahwa keterlambatan tersebut hanyalah masalah teknis akibat gangguan jaringan perbankan.

"Korban yang telanjur percaya karena melihat foto profil dan nama Sekda, akhirnya mengabaikan rasa curiga. Ia mengira uang tersebut hanya pending akibat sinyal," ujar seorang sumber yang mengetahui kronologi kejadian tersebut.

Tanpa berpikir panjang, korban akhirnya merelakan uang pribadinya sebesar Rp 600.000 untuk ditransfer ke nomor DANA "Yayasan Pak Yudha" sesuai instruksi pelaku. Korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan setelah menyadari saldo yang dijanjikan tak kunjung bertambah, dan nomor WhatsApp pelaku mendadak tidak aktif saat dikonfirmasi ulang.

Pihak berwenang dan jajaran Pemkab Aceh Selatan berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pesan yang mengatasnamakan pejabat publik, terlebih jika menyangkut transaksi keuangan, sumbangan, atau mutasi uang.

Masyarakat diminta untuk selalu melakukan cross-check (konfirmasi ulang) melalui jalur resmi dan tidak langsung mentransfer uang sebelum memastikan dana benar-benar masuk ke dalam rekening pribadi secara sah. Kasus ini kini menjadi peringatan keras di tengah maraknya modus penipuan berbasis social engineering di media sosial.

Editor : Ade Hikma

Komentar

Berita Terkait