Kasus Diabetes Anak Meledak, Kemenkes Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 25 Juta Siswa
29 Mei 2026, 01:20 WIB
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, Foto: Dok. Net
JAKARTA - Penyakit diabetes tipe 2 yang dahulu sangat identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai bergeser dan mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa kasus diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia remaja, bahkan sudah mulai menyerang anak-anak di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Fenomena mengkhawatirkan tersebut disampaikan Wamenkes Dante saat memberikan sambutan dalam acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Minggu, 24 Mei 2026. Menurut penilaian medisnya, pergeseran tren penyakit kronis ini bukan sekadar dipicu oleh faktor genetika atau keturunan belaka, melainkan akibat perubahan drastis dalam gaya hidup dan pola konsumsi sehari-hari.
“Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,” ungkap Wamenkes Dante.
Dante menyoroti secara tajam kebiasaan buruk generasi muda masa kini, mulai dari minimnya aktivitas fisik, tingginya durasi menatap layar gawai (screen time), kurangnya waktu tidur, hingga konsumsi gula serta makanan ultra-proses yang berlebihan. Tidak hanya itu, tekanan mental atau stres yang dihadapi remaja modern turut memperburuk kondisi metabolik tubuh mereka. Ironisnya, sifat penyakit diabetes tipe 2 yang menyerang usia remaja ini cenderung berkembang jauh lebih cepat dan bersifat lebih agresif dibandingkan jika diderita oleh orang dewasa.
Menghadapi ancaman kesehatan yang masif ini, Wamenkes menegaskan bahwa solusi utama penanganannya bukan bertumpu pada obat-obatan medis, melainkan pada revolusi kebiasaan yang diinisiasi dari lingkungan rumah. Ia menekankan bahwa pencegahan harus dimulai sekarang melalui aktivitas sederhana seperti pembiasaan makan bersama, menjaga tidur cukup, memangkas waktu di depan layar, serta aktif bergerak bersama keluarga. Dante bahkan membagikan pengalaman pribadinya yang kerap mengajak sang putra mendaki Gunung Ciremai sebagai kiat menjaga kebugaran sekaligus melepas penat dari ketergantungan gawai.
Sebagai langkah konkret intervensi, Pemerintah RI telah merespons persoalan ini melalui program Cek Kesehatan Gratis yang menyasar 25 juta anak sekolah di berbagai wilayah. Selain itu, diluncurkan pula program “nutri-level”, yaitu sistem pelabelan bergradasi A hingga D pada kemasan makanan dan minuman untuk memperingatkan masyarakat mengenai kadar gula di dalamnya. Dari hasil skrining awal di sekolah-sekolah, tim medis menemukan berbagai komplikasi kesehatan yang mulai diidap remaja sejak dini, seperti gejala hipertensi, anemia, hingga gangguan pada kesehatan gigi.
Agenda Canisius Health Expo 2026 sendiri merupakan wujud kepedulian sosial terhadap isu kesehatan nasional yang digagas oleh alumni Kolese Kanisius angkatan 2001 yang berkolaborasi dengan salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. Acara ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma serta konsultasi langsung dengan dokter spesialis bagi masyarakat luas. Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibisono, menyambut baik inisiatif kemanusiaan ini dan mengapresiasi para alumni yang hadir membawa nilai-nilai kolese untuk berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang terkendala akses kesehatan.
Wamenkes Dante menitipkan pesan filosofis khusus bagi para pelajar dan orang tua di seluruh Indonesia. Ia mengingatkan bahwa capaian nilai rapor akademis di sekolah bukanlah satu-satunya tolok ukur kesuksesan seorang anak. Menurutnya, tubuh yang sehat adalah modal pertama dan paling utama dari semua cita-cita yang ingin diraih, karena kesehatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana utama untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
Editor : Ade Hikma
Komentar
Berita Terkait
Kesehatan
Capaian Imunisasi Anak di Aceh Baru 33 Persen, Kemenkes Soroti Peran Ayah
23 Mei 2026, 17:50 WIB
Kesehatan
Diam-diam Mematikan! Ini Kebiasaan Sepele yang Bikin Ginjal Rusak Tanpa Gejala
29 Mei 2026, 01:07 WIB
Kesehatan
Cakupan Imunisasi Aceh Cuma 33 Persen, Wamenkes Siapkan Strategi Khusus di Hari Libur
22 Mei 2026, 15:53 WIB
Kesehatan
Ayah ASI
21 Mei 2026, 21:09 WIB
Kesehatan
Pasca Pergub JKA Dicabut, Sekda Aceh Selatan Buka Suara Soal Pelayanan Kesehatan
21 Mei 2026, 20:31 WIB
Kesehatan
Intip Cara Kodim Aceh Selatan Jaga Kebugaran Personel Lewat Garjas
19 Mei 2026, 23:12 WIB