1 Dari 6 Orang Alami Infertilitas, Wamenkes Dante: Klinik Fertilitas Bukan Mengobati Fisik, Tapi Merawat Harapan
14 jam yang lalu
Re-launching: Klinik Yasmin Reproductive Cluster RSCM Kencana. Foto: Dok. Tim RSCM
JAKARTA - Perjalanan panjang menuju kehamilan bagi pasangan suami istri yang mengalami gangguan kesuburan bukanlah sekadar sebuah upaya medis biasa, melainkan sebuah perjuangan emosional dalam merawat harapan. Hal strategis tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, saat meresmikan peluncuran kembali (re-launching) Klinik Yasmin Reproductive Cluster di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Dalam arahannya, Dante mengajak publik untuk melihat lebih dalam sisi psikologis dari para pejuang garis dua. Ia menekankan bahwa esensi dari fasilitas kedokteran reproduksi memiliki nilai sensitivitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan layanan medis pada umumnya.
“Pernahkah kita membayangkan betapa beratnya perjalanan sepasang suami istri yang datang ke klinik fertilitas? Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,” ujar Wamenkes Dante saat menyampaikan sambutan, Selasa.
Rasa optimisme yang terus diperjuangkan oleh para pasangan tersebut nyatanya selaras dengan besarnya tantangan pemenuhan kesehatan reproduksi global saat ini. Secara internasional, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2025 mencatat fenomena yang cukup mencengangkan, di mana sekitar 17,5 persen populasi dewasa atau setara dengan 1 dari 6 orang di dunia mengalami masalah infertilitas.
Di dalam negeri sendiri, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa gangguan kesuburan atau infertilitas dialami oleh 10 hingga 15 persen pasangan usia subur. Angka persentase tersebut mengindikasikan bahwa ada sekitar 4 hingga 6 juta dari total 39,8 juta pasangan usia subur di Tanah Air yang membutuhkan intervensi medis lanjutan guna mendapatkan keturunan. Tantangan demografi ini menjadi perhatian serius pemerintah, terlebih Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) di Indonesia berada di angka 2,14 anak per perempuan pada tahun 2023 berdasarkan catatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Wamenkes Dante menambahkan bahwa angka fertilitas total ini mutlak harus dijaga demi mempersiapkan fondasi generasi masa depan yang kuat. Hal ini sangat krusial mengingat merekalah yang nantinya akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa dekade mendatang.
"Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," tutur Wamenkes Dante menambahkan.
Sejalan dengan tingginya kebutuhan tersebut, respons masyarakat terhadap pemanfaatan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) atau program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan yang sangat pesat. Jumlah pasien secara nasional melonjak signifikan dari 23 ribu pasien pada tahun 2021 menjadi 36 ribu pasien pada tahun 2024. Saat ini, Indonesia telah memiliki 59 rumah sakit yang tersebar di 15 provinsi yang telah mengantongi izin resmi untuk menyelenggarakan layanan IVF, di mana RSCM menempatkan diri sebagai salah satu pilar pelopor utamanya melalui Klinik Yasmin.
Klinik Reproductive Cluster terintegrasi ini tercatat memiliki delapan pilar layanan utama yang komprehensif, meliputi penanganan infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), gangguan siklus haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), kasus keguguran berulang, ginekologi untuk usia remaja, masa menopause, hingga program preservasi fertilitas. Sepanjang tahun 2025 saja, Klinik Yasmin sukses mencatat 95 kehamilan dari total 221 siklus program yang dijalankan di laboratorium mereka.
Keberhasilan tersebut ditopang kuat oleh kesiapan jajaran tenaga medis andal di bidang obstetri, ginekologi, serta andrologi, termasuk keterlibatan para guru besar dengan jam terbang klinis yang luas. Langkah ekspansi layanan juga diwujudkan melalui sistem pendampingan pasien oleh konselor perawat selama proses stimulasi obat, penerapan sistem satu pasien satu perawat (one patient one nurse), kolaborasi dengan divisi layanan akupunktur medis, pengembangan pusat penanganan endometriosis dan PCOS, serta pembentukan unit layanan khusus keguguran berulang. Melalui momentum peluncuran kembali ini, RSCM Kencana diharapkan mampu menghadirkan layanan fertilitas yang jauh lebih dekat, humanis, dan berbasis teknologi mutakhir bagi seluruh lapisan masyarakat.
Editor : Ade Hikma
Komentar
Berita Terkait
Nasional
Heboh Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar dari APBN, Guru Besar UIN Jakarta Buka Suara
29 Mei 2026, 01:34 WIB
Nasional
Presiden Prabowo Klaim Indonesia Sudah Swasembada Beras dan Jagung
24 Mei 2026, 14:17 WIB
Nasional
Fase Keberangkatan Selesai, Kemenhaj Fokus Siapkan Puncak Haji di Armuzna
24 Mei 2026, 14:10 WIB
Nasional
Gedor Kemensos: Ini Cara Wagub Perjuangkan Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh
20 Mei 2026, 23:25 WIB
Nasional
Kemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026, Ini Detail Hasil Sidang Isbat
17 Mei 2026, 21:35 WIB
Nasional
Target 4 Tahun Tuntas dalam 1 Tahun, Prabowo Buka-bukaan Rahasia Swasembada Pangan Era Amran Sulaiman
17 Mei 2026, 21:23 WIB