PPIH Embarkasi Aceh Catat 3 Jemaah Haji Meninggal Dunia Akibat Masalah Kesehatan

Ade Hikma

Ade Hikma

14 jam yang lalu

2 menit baca
PPIH Embarkasi Aceh Catat 3 Jemaah Haji Meninggal Dunia Akibat Masalah Kesehatan

Ilustrasi jemaah haji yang wafat. Foto: Dok.Net

BANDA ACEH - Kabar duka datang dari pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Tanah Suci. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat sebanyak tiga orang jemaah haji yang berasal dari Provinsi Aceh meninggal dunia selama menjalani prosesi ibadah di Arab Saudi.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengonfirmasi bahwa ketiga jemaah tersebut mengembuskan napas terakhirnya akibat mengalami gangguan atau masalah kesehatan saat mengikuti rangkaian ibadah haji. Faktor kondisi fisik dan kesehatan menjadi penyebab utama di balik wafatnya para jemaah tersebut.

“Tiga jemaah yang meninggal tersebut diakibatkan karena kondisi kesehatan,” kata Arijal saat memberikan keterangan, Sabtu, 30 Mei 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, jemaah pertama yang dilaporkan meninggal dunia adalah Nurwaida Muhammad Yusuf yang berusia 76 tahun. Almarhumah merupakan anggota kelompok terbang (Kloter) 8 yang berasal dari Kabupaten Bireuen. Nurwaida wafat ketika berada di Arafah pada 26 Mei 2026, tepat sebelum dirinya sempat melaksanakan prosesi wukuf.

Sementara itu, dua jemaah haji asal Aceh lainnya dilaporkan meninggal dunia setelah mereka selesai menjalani ritual wukuf di Arafah. Kedua jemaah tersebut adalah Maimunah Yusuf Ali yang berusia 72 tahun, anggota Kloter 13 asal Kabupaten Aceh Tamiang yang wafat pada 26 Mei 2026 di Arafah. Selanjutnya adalah Siti Salmijah yang berusia 83 tahun, anggota Kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya yang mengembuskan napas terakhirnya pada 28 Mei 2026 saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mina Al Wadi.

Lebih lanjut Arijal membeberkan bahwa lantaran Nurwaida menjadi satu-satunya jemaah yang wafat sebelum waktu pelaksanaan wukuf tiba, maka pelaksanaan ibadah hajinya secara otomatis akan dibadalkan oleh petugas. Kondisi ini berbeda dengan mendiang Maimunah dan Siti Salmijah yang tercatat telah sah menunaikan ibadah wukuf, yang merupakan rukun paling utama dan sahnya dalam ibadah haji, sebelum mereka meninggal dunia.

“Dua jemaah yang meninggal itu sudah melaksanakan wukuf Arafah,” ujar Arijal menjelaskan status ibadah para almarhumah.

Atas peristiwa duka yang menimpa ketiga jemaah tersebut, seluruh jajaran PPIH Embarkasi Aceh menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan di tanah air. Pihaknya menyertipkan doa terbaik agar seluruh amal ibadah serta perjuangan para almarhumah selama di Tanah Suci diterima oleh Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, serta mendapatkan predikat sebagai haji yang mabrur.

“Semoga segala amal ibadah mereka diterima Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan,” tutur Arijal.

Editor : Ade Hikma

Komentar

Berita Terkait