Terinspirasi Bangunan Eropa, Perantau Ini Bangun Mushalla Unik Tanpa Kubah di Aceh Selatan

Ade Hikma

Ade Hikma

2 jam yang lalu

3 menit baca
Terinspirasi Bangunan Eropa, Perantau Ini Bangun Mushalla Unik Tanpa Kubah di Aceh Selatan

Mushalla Unik Tanpa Kubah di Aceh Selatan H. Muhammad Kasim. Foto.Ist

TAPAKTUAN - Sebuah rumah ibadah dengan arsitektur memikat berdiri tegak di Dusun Padang Paweh, Desa Suaq Hulu, Kecamatan Samadua. Berbeda dari bangunan religius pada umumnya di Tanah Rencong, Mushalla Unik Tanpa Kubah di Aceh Selatan ini tampil beda dengan mengusung konsep minimalis modern yang terinspirasi dari arsitektur Eropa dan China, hasil buah tangan dan tabungan gaji seorang perantau lokal.

Rumah ibadah yang diberi nama Mushalla H. Muhammad Kasim tersebut baru saja diresmikan secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis. Di balik kemegahan fisiknya yang tidak biasa, tersimpan cerita menyentuh tentang ketekunan, kekuatan doa di depan Ka'bah, serta spirit gotong royong warga setempat.

Pencetus ide sekaligus perantau asal Aceh Selatan, Kasmarizal atau akrab disapa Ujang Kasim mengungkapkan bahwa rumah ibadah ini lahir dari sebuah niat sederhana yang dirawatnya bertahun-tahun.

Bersama sang istri, ia konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya dari upah kerja untuk ditabung demi mewujudkan impian tersebut.

"Awalnya saya hanya berniat membangun mushalla kecil. Alhamdulillah, niat itu terus saya pegang ke mana pun saya bekerja. Saya dan istri menabung dari gaji kami sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa mewujudkan pembangunan ini," ujar Ujang dengan nada haru.

Tekad Ujang semakin membara saat ia berkesempatan menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Di hadapan Ka'bah, ia memanjatkan doa memohon kemudahan serta kelancaran rezeki untuk membangun rumah Allah di kampung halamannya. Doa itu kini mewujud nyata.

Menariknya, Ujang sendiri yang merancang arsitektur bangunan tersebut. Terinspirasi dari estetika tata kota yang kerap ia lihat saat bekerja di beberapa negara seperti China, Belanda, dan Swiss, ia memilih mengawinkan konsep minimalis modern tanpa kubah dengan lanskap taman hijau yang dihiasi bunga-bunga asri.

Bagi Ujang, tempat ibadah ini bukan sekadar tumpukan semen dan batako, melainkan bentuk cinta terdalamnya pada tanah kelahiran.

Ia bahkan telah berwasiat kepada keluarga agar kelak saat menutup usia, jasadnya dimakamkan di samping mushalla tersebut.

Langkah nyata keluarga besar H. Muhammad Kasim ini mendapat tempat tersendiri di hati Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

Wakil Bupati H. Baital Mukadis, dalam sambutannya saat peresmian, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedermawanan dan keterlibatan aktif semua pihak dalam merampungkan pembangunan ini.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang tulus kepada keluarga besar H. Muhammad Kasim serta seluruh pihak yang telah ikut serta, baik secara materi, tenaga, maupun pikiran dalam pembangunan mushalla yang indah ini," kata Baital.

Mushalla Muhammad Kasim
Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, beserta rombongan berfoto bersama didepan Mushalla Unik Tanpa Kubah di Aceh Selatan. Foto: Dok. Ist

Mengutip pesan Rasulullah SAW tentang ganjaran rumah di surga bagi mereka yang membangun tempat ibadah karena Allah, Baital mengingatkan warga bahwa tugas terberat justru baru dimulai setelah prosesi gunting pita.

"Yang lebih penting dari membangun fisik mushalla adalah membangun jamaah dan memakmurkannya. Mushalla ini harus menjadi pusat ibadah, syiar Islam, sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga," tegas Wakil Bupati.

Senada dengan Wakil Bupati, Camat Samadua Ahmad Yusra turut menyampaikan rasa terima kasih mendalam mewakili masyarakat setempat atas kontribusi besar yang diberikan oleh sang perantau.

"Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat Samadua mengucapkan terima kasih atas bantuan dari keluarga Muhammad Kasim berupa pembangunan mushalla yang bisa kami nikmati untuk melaksanakan ibadah. Semoga ke depan kontribusi ini bisa terus berlanjut untuk Kecamatan Samadua," kata Ahmad Yusra.

Kini, Mushalla Unik Tanpa Kubah di Aceh Selatan tersebut telah berdiri tegak. Kehadirannya tidak hanya menjadi penanda arah kiblat dan tempat sujud bagi warga Padang Paweh, tetapi juga menjadi monumen pengingat bahwa sebuah niat baik yang dirawat dengan ketekunan selalu menemukan jalannya untuk membawa maslahat bagi masyarakat luas.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait