Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Wabup Baital Mukadis: Pancasila Jangka Moral Hadapi Turbulensi Global

Ade Hikma

Ade Hikma

2 jam yang lalu

3 menit baca
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Wabup Baital Mukadis: Pancasila Jangka Moral Hadapi Turbulensi Global

Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Tapaktuan. Foto: Dok.Ist

ACEH SELATAN - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin, 1 Juni 2026. Prosesi upacara khidmat yang dipusatkan di Tapaktuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, serta dihadiri oleh berbagai unsur kedinasan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Dalam sambutannya selaku inspektur upacara, Wakil Bupati Baital Mukadis membacakan teks amanat resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI). Mengawali pembacaan amanat, Baital mengajak seluruh peserta upacara untuk bersyukur atas anugerah kebangsaan yang masih terjaga kokoh di bumi pertiwi.

"Hari ini, 1 Juni 2026,kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati hari lahir pancasila," kata Wabup Baital.

Lebih lanjut, dalam amanat tersebut disampaikan bahwa peringatan hari lahir pancasila ini sejatinya memiliki makna yang jauh lebih mendalam, melekat, dan lebih dari sekadar seremoni tahunan belaka. Pasalnya, hari ini adalah momen refleksi nasional yang krusial untuk memastikan bahwa api pancasila tetap menyala dan berkobar di dalam jiwa setiap insan Indonesia. Terlebih, pada peringatan tahun 2026 ini, tema besar yang diusung secara nasional adalah "Pancasila pemersatu bangsa,fondasi perdamaian dunia.

Pancasila dinilai sebagai bintang penuntun koridor bangsa yang telah berulang kali membuktikan ketangguhannya dalam sejarah. Di tengah dinamika dunia modern yang kerap diwarnai oleh ketidakpastian serta ancaman fragmentasi sosial, Indonesia terbukti tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagi dunia internasional tentang bagaimana sebuah keberagaman masif yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan secara harmonis dalam satu ikatan kebangsaan yang utuh.

"Pancasila adalah jangkat moral kita dalam menghadapi turbulensi global,mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," ujar Wabup Baital dalam amanat yang dibacanya.

Melalui naskah amanat BPIP tersebut, Baital juga menyebutkan bahwa sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan taji dan kepemimpinan nyata di panggung dunia. Salah satu bukti konkretnya dapat dilihat dari kontribusi aktif pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta peran strategis diplomatik negara dalam mediasi berbagai konflik regional.

"Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya kedilan bagi seluruh umat manusia," tutur Wabup Baital.

Lebih jauh Wakil Bupati menjelaskan, visi mewujudkan Indonesia Raya yang sejahtera bukanlah sebuah mimpi kosong yang mustahil digapai. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa kemajuan pertumbuhan ekonomi serta lompatan teknologi tanpa dibarengi arah moral yang jelas justru bisa menyesatkan arah masa depan bangsa.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa,terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi yang hidup," tutup Wabup Baital mengakhiri pembacaan amanat.

Editor : Ade Hikma

Komentar

Berita Terkait