Karhutla Mengganas di Nagan Raya, 17 Hektare Lahan Hangus Terbakar dalam Dua Hari

Ade Hikma

Ade Hikma

1 jam yang lalu

3 menit baca
Karhutla Mengganas di Nagan Raya, 17 Hektare Lahan Hangus Terbakar dalam Dua Hari

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Nagan Raya. Foto: Dok. BPBA

NAGAN RAYA - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Provinsi Aceh. Di Kabupaten Nagan Raya, amukan si jago merah dilaporkan telah menghanguskan sekitar 17 hektare lahan dalam kurun waktu dua hari terakhir.

Hingga saat ini, aparat gabungan dan petugas penyelamat masih terus bersiaga penuh serta mewaspadai adanya potensi perluasan area kebakaran. Hal ini dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem serta embusan angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Minggu, 31 Mei 2026.

Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda, mengungkapkan bahwa titik api terdeteksi mengamuk di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama berada di Gampong Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, sedangkan lokasi kedua terletak di Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

“Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 17 hektare,” kata Haslinda memberikan konfirmasi mengenai dampak kerusakan, Minggu.

Kendati sejauh ini dipastikan tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun memaksa warga melakukan pengungsian, insiden kebakaran tersebut telah mengakibatkan kerusakan ekosistem lahan yang cukup luas. Terkait dengan pemicu utama peristiwa ini, pihak kepolisian dan aparat berwenang setempat masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab pasti munculnya api.

Guna menjinakkan kobaran api agar tidak terus menjalar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya telah mengerahkan armada pemadam kebakaran serta dua unit mesin pompa air portabel langsung ke lokasi kejadian. Upaya pemadaman darurat ini dilakukan secara kolektif dengan melibatkan personel TNI, Polri, relawan Emergency Disaster Rescue Alliance (ERPA), serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Haslinda menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang menyengat dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan berat tersendiri bagi para petugas yang berjibaku di lapangan. Hembusan angin yang bertiup kencang secara fluktuatif dikhawatirkan dapat mempercepat lompatan bara api ke area lahan gambut atau perkebunan lainnya.

“Kondisi terakhir yang kami terima dari BPBD Nagan Raya, potensi kebakaran masih dapat meluas karena faktor cuaca. Oleh sebab itu, pemantauan dan penanganan terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru,” ujar Haslinda membeberkan situasi terkini di area pemadaman.

Melihat situasi yang rawan ini, pihak BPBA mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan baru (land clearing) dengan cara membakar, terutama saat wilayah tersebut sedang dilanda kondisi cuaca kering. Masyarakat juga diminta untuk bersikap proaktif dan segera melaporkan kepada petugas terdekat apabila menemukan adanya kemunculan titik api sekecil apa pun, sehingga upaya penanggulangan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Peristiwa karhutla yang kembali berulang di Kabupaten Nagan Raya ini seolah menjadi alarm dan peringatan dini bagi kabupaten/kota lain di seluruh Provinsi Aceh untuk mempertebal kesiapsiagaan. Terlebih, saat ini wilayah Aceh mulai memasuki periode siklus cuaca panas yang berpotensi meningkatkan risiko kerawanan kebakaran lahan secara masif di sejumlah titik wilayah.

Editor : Ade Hikma

Komentar

Berita Terkait