Dorong Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Luncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di 103 Balai Ternak
2 jam yang lalu
Flayer Kurban produktif BAZNAS hadirkan manfaat sosial dan ekonomi berkelanjutan. Dok. BAZNAS RI
KUNINGAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong skema pengelolaan kurban yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan ritual ibadah semata, melainkan juga mampu memberikan dampak manfaat jangka panjang bagi kemaslahatan masyarakat luas. Komitmen strategis tersebut diwujudkan secara nyata melalui peluncuran Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang berpusat di Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, serta disiarkan secara langsung pada Rabu, 27 Mei 2026.
Program ini menjadi salah satu terobosan dan inovasi mutakhir BAZNAS dalam mengintegrasikan nilai-nilai ibadah kurban dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Melalui cetak biru pengembangan balai ternak ini, masyarakat tidak hanya memosisikan diri sebagai penerima manfaat dari distribusi daging kurban saat merayakan Hari Raya Iduladha saja. Lebih dari itu, warga lokal juga mendapatkan peluang nyata untuk peningkatan pendapatan rumah tangga serta penguatan sektor peternakan domestik yang berkelanjutan.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam sambutan resminya menegaskan bahwa momentum perayaan Iduladha sejatinya memiliki esensi makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ritual keagamaan tahunan. Menurut pandangannya, ibadah kurban merupakan sarana universal yang efektif untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, mempertebal kepedulian sosial, serta memperkokoh budaya gotong royong di tengah gerak masyarakat.
Ia menilai bahwa nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, serta ketaatan hakiki yang diwariskan melalui kisah historis Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS masih sangat kontekstual dan relevan dalam menjawab tantangan kehidupan modern saat ini. Nilai-nilai fundamental tersebut dipandang menjadi landasan pijak yang sangat penting dalam membangun tatanan masyarakat yang peka terhadap penderitaan sesama, serta memiliki komitmen kolektif untuk saling menopang dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun himpitan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Dian juga melayangkan apresiasi yang tinggi terhadap langkah progresif BAZNAS yang bersedia mengembangkan program Balai Ternak sebagai salah satu percontohan model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi produktif. Ia optimis bahwa program terintegrasi semacam ini memiliki potensi besar untuk menjadi solusi alternatif dalam mengurai berbagai persoalan pelik yang masih dihadapi oleh pemerintah daerah, termasuk di antaranya adalah masalah kemiskinan dan angka pengangguran.
Selain mampu memberikan penetrasi manfaat ekonomi secara instan, program ini dinilai andal dalam memperkuat ketahanan pangan dan sosial masyarakat desa melalui modal peningkatan kapasitas peternak lokal. Dengan pola pengelolaan yang terencana secara matang dan profesional, hasil hilirisasi kurban tidak hanya habis dinikmati dalam jangka pendek, melainkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi eskalasi kesejahteraan masyarakat secara masif.
Secara nasional, Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 ini dieksekusi secara serentak di berbagai wilayah Indonesia dengan melibatkan sedikitnya 103 titik Balai Ternak BAZNAS yang tersebar luas di 15 provinsi. Bentangan pelaksanaan program berskala masif ini menjadi bukti konkrit di lapangan bahwa optimalisasi pengelolaan hewan kurban dapat ditransformasikan sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Menanggapi masifnya gerakan tersebut, Jihan Abbas selaku Staf Pengumpulan dan Digitalisasi BAZNAS Kota Ambon, turut menyampaikan rasa apresiasinya atas komitmen penuh BAZNAS RI dalam menghadirkan program kurban yang memberikan jangkauan manfaat lebih luas bagi masyarakat di daerah.
"Program Kurban Berkah Berdayakan Desa menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan yang terintegrasi dengan program pemberdayaan seperti Balai Ternak, manfaat kurban tidak hanya dirasakan pada hari raya, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang," ujar Jihan Abbas memberikan catatan penegasan.
Lebih jauh, Jihan memberikan penilaian bahwa pendekatan taktis yang diadopsi oleh BAZNAS RI sudah sangat sejalan dengan semangat pengelolaan dana umat yang bersifat produktif, transparan, dan tepat sasaran.
"Kami di BAZNAS Kota Ambon melihat bahwa inovasi seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan. Kurban bukan hanya tentang berbagi daging, tetapi juga tentang membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Semoga program ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk menjadikan kurban sebagai sarana pemberdayaan umat," tutur Jihan.
Melalui manifestasi Program Kurban Berkah Berdayakan Desa ini, BAZNAS RI kembali mempertegas posisi dan peran strategisnya sebagai lembaga otoritas pengelola zakat dan dana sosial keagamaan yang tidak hanya bertumpu pada aspek distribusi bantuan konsumtif belaka, melainkan fokus pada ikhtiar menciptakan roda perubahan sosial yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Editor : Redaksi
Komentar
Berita Terkait
Nasional
Kemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026, Ini Detail Hasil Sidang Isbat
17 Mei 2026, 21:35 WIB
Nasional
Sentil Tantangan Sila Kelima, Firman Soebagyo: Peringatan 1 Juni Bukan Seremoni, Kalau Fondasi Retak Atap Pasti Bocor
2 jam yang lalu
Nasional
Ryamizard Ryacudu Wafat, Presiden Prabowo Pimpin Pelepasan Jenazah di Kemenhan
7 jam yang lalu
Nasional
Temui Wali Nanggroe Aceh, Wamenko Otto Hasibuan Desak Penguatan Hukum Tata Kelola SDA
9 jam yang lalu
Nasional
1 Dari 6 Orang Alami Infertilitas, Wamenkes Dante: Klinik Fertilitas Bukan Mengobati Fisik, Tapi Merawat Harapan
30 Mei 2026, 12:32 WIB
Nasional
Heboh Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar dari APBN, Guru Besar UIN Jakarta Buka Suara
29 Mei 2026, 01:34 WIB