Besuk Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2, Wali Kota Illiza Desak Evaluasi Total SOP Kapal

Redaksi

Redaksi

2 jam yang lalu

2 menit baca
Besuk Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2, Wali Kota Illiza Desak Evaluasi Total SOP Kapal

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membesuk para korban letupan Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2. Foto: Dok. Prokopim Pemko Banda Aceh

BANDA ACEH - Penyelidikan terkait insiden maut di dermaga Ulee Lheue mulai menemui titik terang. Pemicu letupan hebat di dalam ruang mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 pada Jumat (12/6/2026) dilaporkan berasal dari malafungsi tabung tekanan hidrolik. Bencana ini mengakibatkan belasan orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat paparan hawa panas.

Simpati mendalam mengalir dari berbagai pihak. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, terlihat turun langsung membesuk para korban yang tengah berjuang melewati masa kritis di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainoel Abidin.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban luka bakar berjumlah 15 orang. Kluster korban didominasi oleh 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang tengah melakukan praktik, serta satu orang anak buah kapal (ABK).

Didampingi Sekdako Jalaluddin bersama rombongan pejabat teras terkait, Illiza menyisir bed perawatan para korban di RSUDZA seraya menggenggam tangan keluarga korban untuk membagikan suntikan moral.

"Semoga seluruh korban lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali," ujarnya.

Illiza menilai, insiden ini harus menjadi alarm keras bagi otoritas pelayaran nasional agar tidak abai terhadap kelaikan armada penyeberangan umum.

"Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Kepada pihak keluarga, semoga senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran," katanya.

Ia juga mengharapkan insiden letupan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 dapat diselidiki hingga tuntas oleh pihak berwenang.

"Segala SOP juga perlu diperkuat demi mencegah kejadian serupa pada masa mendatang." tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Illiza juga melontarkan pandangan logisnya mengenai posisi kapal saat petaka itu terjadi. Menurutnya, fatalitas korban bisa saja jauh lebih mengerikan jika sistem hidrolik tersebut meledak saat kapal tengah membelah ombak di perairan lepas menuju Pulau Weh.

"Untungnya musibah ini terjadi saat kapal bersandar di pelabuhan, dan tentu situasinya akan lebih berbahaya jika posisi kapal sedang berlayar di tengah laut," ucap Illiza.

KMP Aceh Hebat 2 sendiri merupakan urat nadi transportasi laut yang setiap hari melayani rute padat Banda Aceh-Sabang pergi-pulang (PP). Letupan di kamar mesin tersebut dilaporkan menggelegar sekira pukul 12.00 WIB di Pelabuhan Ulee Lheue.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait