Tambang HGU Astra Aceh Jaya Longsor, 3 Pekerja Tewas 4 Luka-luka

Redaksi

Redaksi

2 jam yang lalu

3 menit baca
Tambang HGU Astra Aceh Jaya Longsor, 3 Pekerja Tewas 4 Luka-luka

Kejadian Tambang Aceh Jaya longsor. Foto: Dok. BPBA

CALANG - Bencana tanah longsor melanda kawasan lubang galian tambang manual yang berada di dalam area Hak Guna Usaha perkebunan kelapa sawit PT. TPP3 Astra, Gampong Crakmong, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, pada Selasa (16/6/2026) sekira pukul 00.30 WIB.

Peristiwa naas tersebut mengakibatkan tiga orang penambang dilaporkan meninggal dunia di tempat, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Tragedi ini dipicu oleh guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Jaya, sehingga menyebabkan struktur tanah pada lokasi lubang galian yang dikerjakan secara manual oleh masyarakat menjadi labil lalu runtuh seketika.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan, ketiga korban yang meninggal dunia teridentifikasi bernama Fitra Hafiz berusia tiga puluh tahun, Maulana berusia tiga puluh tiga tahun, dan Jenian Sanjaya berusia tiga puluh tahun, yang seluruhnya merupakan warga Desa Keude Krueng, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya.

Selain korban jiwa, longsor juga mengakibatkan dua warga Kabupaten Aceh Selatan mengalami luka berat atas nama Edi berusia dua puluh delapan tahun dan Najimi berusia dua puluh tujuh tahun, serta dua warga Desa Keude Krueng mengalami luka ringan atas nama Saiful berusia dua puluh lima tahun dan Zamil berusia dua puluh tiga tahun.

Hingga saat ini, seluruh korban luka ringan dan satu korban luka berat sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, sementara satu korban luka berat lainnya atas nama Edi masih harus menjalani perawatan intensif dan observasi medis di Puskesmas Lhok Kruet.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Jaya segera mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat bersama armada Damkar ke lokasi kejadian untuk memimpin proses penanganan darurat.

Evakuasi berskala besar langsung dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Satreskrim Polres Aceh Jaya, tim evakuasi, aparatur Gampong Crakmong, pihak manajemen PT. TPP3 Astra, serta masyarakat setempat yang berada di sekitar area tambang.

Sebelum musibah ini terjadi, pihak PT. TPP3 Astra sebenarnya telah berulang kali mengeluarkan larangan tegas serta imbauan kepada masyarakat agar segera menghentikan aktivitas penambangan karena berada di dalam wilayah konsesi perusahaan.

Bahkan, pihak perusahaan bersama Pemerintah Desa Crakmong juga sempat menggelar mediasi yang menghasilkan kesepakatan pemberian tenggat waktu selama satu minggu.

Terhitung mulai tanggal 16 hingga 22 Juni 2026, bagi masyarakat untuk mengosongkan lokasi dan mengeluarkan peralatan mereka, namun longsor maut justru terlanjur terjadi di hari pertama kesepakatan tersebut berjalan.

Meskipun seluruh korban yang teridentifikasi telah berhasil dievakuasi dari timbunan tanah, tim gabungan di lapangan masih terus bersiaga dan menunggu kepastian dari rekan-rekan penambang setempat mengenai kemungkinan adanya pekerja lain yang belum ditemukan di lokasi kejadian.

Jika kondisi cuaca di Sampoiniet memungkinkan, operasi pencarian dan pemantauan lanjutan akan kembali dilanjutkan, sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mengimbau dengan keras agar masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas penambangan di area berisiko tinggi saat cuaca ekstrem demi menghindari jatuhnya korban jiwa baru.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait