MTQ Lembah Sabil Dipadari Ratusan Peserta, Pemkab Abdya Siap Jadi Tuan Rumah 2027

Ade Hikma

Ade Hikma

Kemarin, 11:51 WIB

2 menit baca
MTQ Lembah Sabil Dipadari Ratusan Peserta, Pemkab Abdya Siap Jadi Tuan Rumah 2027

Plt. Sekda Aceh Barat Daya (ABDYA) saat memberi kata sambutan dalam acara MTQ tingkat Kecamatan di Lembah Sabil. Foto: Dok. Ist

BLANGPIDIE - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya), Amrizal, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Lembah Sabil tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Pesantren Modern Miftahussalam, Gampong Meunasah Tengah, Senin (8/6/2026) malam.

Sebanyak 123 peserta dari berbagai gampong ambil bagian dalam ajang tersebut. MTQ ini tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga bagian dari persiapan Abdya yang akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Aceh ke-38 pada tahun 2027 mendatang.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat. Ratusan masyarakat memadati lokasi, bersama para kafilah, tokoh agama, serta unsur pimpinan daerah. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga penutupan pada Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Amrizal menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya MTQ ini. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari syiar Islam yang penting dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dari keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari peserta, orang tua, hingga tokoh masyarakat.

Pemerintah daerah juga menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, LPTQ tingkat kecamatan yang dipimpin Ustadz Jamalul Wahdi, serta pihak Pesantren Modern Miftahussalam sebagai tuan rumah.

Amrizal menegaskan, MTQ tingkat kecamatan tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, ajang ini harus menjadi sarana pembinaan dan penjaringan generasi Qurani sejak dini.

Ia mengingatkan bahwa Abdya telah dipercaya sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Aceh ke-38 tahun 2027. Karena itu, persiapan tidak boleh dilakukan secara instan.

“Ini amanah besar bagi kita. Pembinaan harus dilakukan sejak sekarang, secara berjenjang dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, pembinaan qari, qariah, hafizh, dan hafizhah perlu dimulai dari lingkungan keluarga, meunasah, hingga ke tingkat kecamatan. Dengan begitu, daerah memiliki sumber daya yang siap bersaing saat menjadi tuan rumah.

Pemerintah Kabupaten Abdya berharap, pada pelaksanaan MTQ 2027 nanti, daerah tersebut tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu meraih prestasi.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Kita harus mampu menunjukkan bahwa Abdya memiliki generasi Qurani yang berkualitas,” kata Amrizal.

Amrizal juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak di tengah tantangan globalisasi.

Ia mengajak para orang tua untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam mendidik generasi muda, agar tumbuh dengan akhlak yang baik dan tetap menjaga nilai-nilai keislaman.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait