Perkuat Kolaborasi, HAMAS Gandeng Kejari Aceh Selatan Kawal Pembangunan Daerah yang Transparan

Ade Hikma

Ade Hikma

1 jam yang lalu

2 menit baca
Perkuat Kolaborasi, HAMAS Gandeng Kejari Aceh Selatan Kawal Pembangunan Daerah yang Transparan

Kunjungan HAMAS dalam rangka silaturahmi ke kantor Kejaksaan Negeri Aceh Selatan. Foto: Dok.Ist

TAPAKTUAN – Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) mulai menancapkan peran strategisnya dalam mengawal tata kelola pemerintahan di daerah. Langkah ini ditandai dengan aksi silaturahmi dan audiensi tatap muka bersama Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Rozano Yudistira, di Kantor Kejari setempat pada Kamis, 5 Juni 2026.

Pertemuan yang berjalan dalam tensi dialogis namun penuh kekeluargaan ini menjadi momentum krusial untuk mempererat hubungan kelembagaan antara gerakan mahasiswa dan institusi penegak hukum. 

Agenda ini sengaja digelar guna membangun sinergitas antarlembaga sekaligus membuka keran kolaborasi yang konstruktif dalam mendukung akselerasi pembangunan di Kabupaten Aceh Selatan.

Dalam jalinan diskusi tersebut, kedua belah pihak membedah sejumlah isu strategis, mulai dari potret pembangunan daerah, optimalisasi peran generasi muda, hingga urgensi penguatan kesadaran hukum di tengah masyarakat akar rumput.

HAMAS menegaskan bahwa jembatan kolaborasi antara kelompok intelektual muda dan lembaga negara merupakan langkah vital. Hal ini diperlukan demi menciptakan iklim pembangunan daerah yang tidak hanya partisipatif dan transparan, tetapi juga benar-benar berorientasi pada kemaslahatan publik.

Wakil Ketua Umum HAMAS, T. Ridwansyah, melayangkan apresiasi tinggi atas keterbukaan Korps Adhyaksa dalam menerima aspirasi dan ruang dialektika bersama mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kajari Aceh Selatan yang telah meluangkan waktu dan memberikan ruang dialog kepada kami. Pertemuan ini menjadi wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan serta membangun komunikasi yang baik dengan lembaga penegak hukum demi kemajuan Aceh Selatan yang lebih baik ke depan,” ujar Ridwansyah.

Sebagai agen perubahan (agent of change), Ridwansyah menambahkan bahwa mahasiswa memikul tanggung jawab moral yang besar untuk mengintervensi pembangunan daerah lewat sumbangan gagasan, kritik konstruktif yang tajam, serta kemitraan taktis dengan para pemangku kebijakan.

Di sisi lain, pihak Kejaksaan Negeri Aceh Selatan menyambut positif kedatangan gerbong mahasiswa HAMAS. Kejari berharap komunikasi yang telah dirintis ini bisa dilembagakan secara konsisten melalui berbagai program nyata yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

Sinergi antara elemen pemuda dan institusi hukum dinilai menjadi jangkar penting dalam mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance) sekaligus mendongkrak literasi hukum warga.

Lewat forum silaturahmi ini, HAMAS kembali mempertegas komitmennya untuk terus merajut hubungan yang harmonis dengan berbagai lembaga dan pemangku kepentingan (stakeholder) di Aceh Selatan. 

Langkah awal ini diproyeksikan menjadi pemantik lahirnya program kolaboratif yang berdampak nyata pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.

“Membangun Aceh Selatan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.” tutup Ridwansyah.(*)

Editor : Ade Hikma

Komentar

Berita Terkait