Impor Aceh Melonjak pada Mei 2026, Neraca Perdagangan Berbalik Defisit
1 jam yang lalu
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Abd. Hakim, foto: ist
BANDA ACEH – Nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2026 mencapai 104,80 juta dolar AS, meningkat 112,78 persen dibandingkan April 2026. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai impor juga tumbuh 75,85 persen.
Peningkatan impor tersebut didominasi oleh masuknya komoditas gas propana/butana yang berasal dari Amerika Serikat. Nilai impor komoditas ini mencapai 84,30 juta dolar AS, atau sekitar 80,44 persen dari total impor Aceh pada Mei 2026.
Selain Amerika Serikat, impor Aceh juga berasal dari Tiongkok senilai 14,43 juta dolar AS, dengan komoditas utama berupa bahan kimia anorganik dan pupuk. Sementara itu, India menjadi negara asal impor terbesar ketiga dengan nilai 3,04 juta dolar AS, yang didominasi oleh bahan kimia anorganik.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Abd. Hakim, mengatakan lonjakan impor pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pemasukan gas propana/butana dari Amerika Serikat.
"Sebagian besar nilai impor Aceh pada Mei 2026 berasal dari komoditas gas propana/butana. Komoditas ini mencapai 84,30 juta dolar AS atau sekitar 80,44 persen dari total impor, sehingga menjadi faktor utama meningkatnya nilai impor pada bulan ini," ujar Abd. Hakim.
Meningkatnya impor menyebabkan nilai impor Aceh melampaui nilai ekspor pada periode yang sama. Akibatnya, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar 51,92 juta dolar AS.
Menurut Abd. Hakim, kondisi tersebut merupakan salah satu dari tiga periode defisit yang terjadi dalam rentang Mei 2025 hingga Mei 2026.
"Dari perkembangan neraca perdagangan selama setahun terakhir, defisit tercatat pada Mei 2025, Oktober 2025, dan kembali terjadi pada Mei 2026. Hal ini terutama dipengaruhi oleh tingginya nilai impor pada bulan tersebut," jelasnya.
Meski demikian, perkembangan impor dan neraca perdagangan perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan bahan baku dan energi serta dinamika perdagangan internasional yang memengaruhi aktivitas ekspor dan impor Aceh.
Editor : Nana
Komentar
Berita Terkait
Ekonomi
Potensi Fotografi Dataran Tinggi Gayo Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Aceh Tengah
21 Juni 2026, 11:26 WIB
Ekonomi
Harga Emas di Banda Aceh Capai Rp7,85 Juta per Mayam, Berikut Rincian
19 Juni 2026, 15:47 WIB
Ekonomi
Harga TBS Sawit Aceh Periode Juni 2026: Wilayah Timur Tembus Rp 3.391 per Kg
15 Juni 2026, 14:56 WIB
Ekonomi
Investasi Tembus Rp 113,4 T, Pemerintah Dukung Penuh Perluasan KEK Gresik
14 Juni 2026, 01:19 WIB
Ekonomi
Sebut Rupiah Terlalu Lemah, Ekonom Trimegah Sentil Kebijakan Fiskal dan Moneter yang Tak Sinkron
29 Mei 2026, 23:23 WIB
Ekonomi
Sambut Idul Adha, Perempuan Pedagang Sayur di Aceh Besar Dapat Kucuran Modal Usaha
24 Mei 2026, 13:58 WIB