Sambut Idul Adha, Perempuan Pedagang Sayur di Aceh Besar Dapat Kucuran Modal Usaha

Ade Hikma

Ade Hikma

2 jam yang lalu

2 menit baca
Sambut Idul Adha, Perempuan Pedagang Sayur di Aceh Besar Dapat Kucuran Modal Usaha

Pedagang Pasar Mini BUMG Leu Ue Aceh Besar menerima bantuan modal usaha dari BUMDesma Sejahtera Darul Imarah. Foto: Dok. Mc Aceh Besar

ACEH BESAR - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, para pedagang sayur yang tergabung dalam Kelompok Pedagang Sayur Pasar Mini Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, mendapatkan angin segar. Mereka memperoleh suntikan tambahan modal usaha melalui program simpan pinjam perempuan berbasis kelompok.

Suntikan modal tersebut disalurkan oleh Lembaga Keuangan Desa (LKD) Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Sejahtera Darul Imarah. Prosesi penyaluran bantuan modal ini dilangsungkan di Kantor Keuchik Gampong Leu Ue, Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam program ini, masing-masing anggota kelompok menerima pinjaman modal tunai sebesar Rp2 juta.

Direktur Utama BUMDesma Sejahtera Darul Imarah, Mardiana, menyatakan bahwa program ini merupakan pengejawantahan komitmen lembaga dalam menstimulus pertumbuhan ekonomi akar rumput. Fokus utama intervensi modal ini menyasar pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinakhodai oleh kaum perempuan.

"Kita tetap fokus untuk berkontribusi dalam mendukung permodalan usaha masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Penyaluran modal usaha bagi kelompok perempuan pedagang sayur Pasar Mini Leu Ue hari ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Mardiana, Sabtu.

Mardiana menambahkan, peran BUMDesma sebagai motor penggerak ekonomi desa kian diperkuat dengan tata kelola kelembagaan yang sehat. Kepercayaan publik yang terus menebal berdampak langsung pada meroketnya nilai aset lembaga sejak pertama kali didirikan.

Berikut adalah tren pertumbuhan nilai aset BUMDesma Sejahtera Darul Imarah:

  • Modal Awal Pendirian: Rp2,12 Miliar
  • Total Aset (Per Desember 2025): Rp5,24 Miliar

Pertumbuhan aset yang signifikan ini menjadi indikator konkret bahwa keberadaan institusi keuangan mikro berbasis desa mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi penguatan ekonomi domestik.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa (Keuchik) Gampong Leu Ue, Yusri VE. Menurutnya, intervensi modal yang dikucurkan BUMDesma ini datang di momentum yang sangat krusial, mengingat karakteristik pasar menjelang Idul Adha kerap mengalami lonjakan permintaan bahan pangan yang tinggi.

"Momen ini sangat tepat menjelang Idul Adha, sehingga ibu-ibu pedagang dapat menambah stok dagangan mereka untuk menangkap peluang pasar," tutur Yusri. Ia berharap skema permodalan berbasis komunitas ini bisa direplikasi ke sektor produktif lain di wilayahnya.

Rasa syukur juga diungkapkan oleh Ketua Kelompok Pedagang Pasar Mini BUMG Leu Ue, Mariam. Mewakili para pedagang, ia menegaskan komitmen kelompoknya untuk mengelola dana tersebut secara akuntabel demi membesarkan usaha dan menjaga kedisiplinan finansial.

"Alhamdulillah, kami berkomitmen menggunakan modal ini untuk pengembangan usaha dagang kami dan akan memenuhi kewajiban angsuran tepat waktu sesuai kesepakatan," pungkas Mariam.

Editor : Ade Hikma

Komentar

Berita Terkait