Diterjang Angin Kencang, 8 Huntara di Aceh Utara Luluh Lantak

Ade Hikma

Ade Hikma

Kemarin, 22:31 WIB

2 menit baca
Diterjang Angin Kencang, 8 Huntara di Aceh Utara Luluh Lantak

Huntara di Aceh Utara. Foto: Dok. Ist

ACEH UTARA - Cuaca ekstrem kembali memicu petaka di wilayah Aceh. Angin kencang dilaporkan menerjang Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis sore, 4 Juni 2026, sekitar pukul 16.15 WIB. Akibatnya, sejumlah rumah hunian sementara (huntara) milik warga luluh lantak.

Dua desa yang terdampak paling parah dalam insiden ini adalah Gampong Rumoh Rayeuk dan Gampong Buket Linteung. Terpaan angin yang begitu kuat membuat struktur bangunan dan atap huntara rusak berat.

Berdasarkan data yang dihimpun, total ada 8 unit huntara yang mengalami kerusakan. Rinciannya, 6 unit huntara mengalami rusak berat (RB) dan 2 unit lainnya mengalami rusak sedang (RS).

Bencana ini berdampak langsung pada nasib 8 kepala keluarga (KK) di dua desa tersebut, dengan rincian:

  • Gampong Rumoh Rayeuk: 3 KK terdampak
  • Gampong Buket Linteung: 5 KK terdampak

Meski dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, seluruh warga yang terdampak kini kehilangan tempat tinggal mereka. Mereka terpaksa mengungsi sementara ke huntara milik tetangga yang dinilai lebih aman.

Mendapat laporan tersebut, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara segera menuju lokasi kejadian. Petugas bergerak melakukan pendataan kerusakan serta membantu pembersihan material yang berserakan akibat terjangan angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST, MT membenarkan telah terjadi Angin kencang yang dipicu cuaca ekstrem sehingga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara

“Angin kencang kembali merusak beberapa huntara yang ditempati warga di Gampong Rumoh Rayeuk dan Gampong Buket Linteung ” ujar Bahron Bakti

Kondisi Terkini di Lokasi Kejadian
Berdasarkan info Pusdalops, saat ini kondisi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif. Masyarakat bersama petugas telah mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman dan melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang rusak. Pendataan lebih lanjut terhadap kerusakan dan kebutuhan warga terdampak masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

Sebagai langkah antisipasi, BPBA mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada musim hujan yang disertai angin kencang.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait