Aceh Siapkan Hilirisasi Migas Blok Andaman, Mualem Bidik Industri dan Lapangan Kerja

Nana

Nana

1 jam yang lalu

2 menit baca
Aceh Siapkan Hilirisasi Migas Blok Andaman, Mualem Bidik Industri dan Lapangan Kerja

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mulai mempersiapkan langkah hilirisasi minyak dan gas (migas) dari Blok Andaman sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan industri dan membuka lapangan kerja di daerah.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan pemerintah telah memperoleh dukungan untuk menjalankan program hilirisasi, sehingga potensi gas alam dari Blok Andaman diharapkan tidak hanya menjadi sumber penerimaan daerah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi Aceh.

“Gas alam melimpah, kita harus mempersiapkan diri dengan matang. Lampu hijau hilirisasi sudah kita dapatkan,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Rabu (1/7/2026).

Menurut Mualem, pengelolaan migas harus mampu memberikan nilai tambah melalui pembangunan industri pengolahan di Aceh. Dengan begitu, manfaat ekonomi tidak hanya berasal dari bagi hasil migas, tetapi juga dari tumbuhnya investasi, industri turunan, dan penyerapan tenaga kerja.

Pemerintah Aceh menyebut pengembangan hilirisasi akan diawali dari Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy. Gas dari lapangan tersebut direncanakan menjadi pasokan utama bagi pengembangan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Saat ini, produksi Lapangan Gas Tengkulo diperkirakan mencapai 300 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari jumlah itu, sekitar 160 MMSCFD telah memiliki komitmen penjualan kepada PLN, sehingga masih tersedia pasokan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

Selain gas, lapangan tersebut juga diproyeksikan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Bahan baku itu dinilai berpotensi diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti metanol, nafta, kerosin, hingga gasoline yang dibutuhkan sektor energi dan industri petrokimia.

Pemerintah Aceh juga menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat dari berkembangnya industri migas. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja dan kolaborasi dengan pelaku industri menjadi bagian dari persiapan yang sedang dilakukan.

“Pembangunan industri harus dibarengi dengan pengembangan SDM agar masyarakat Aceh tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pengembangan kawasan industri berbasis migas,” ujar Nurlis.

Pemerintah Aceh berharap hilirisasi Blok Andaman dapat menjadi momentum lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di Aceh sekaligus meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan industri berbasis sumber daya alam.

Editor : Nana

Komentar

Berita Terkait