Lambaro Jadi Lautan Manusia, Ribuan Warga Padati Jalan Sambut Pawai 1 Muharram 1448 H

Ade Hikma

Ade Hikma

1 jam yang lalu

3 menit baca
Lambaro Jadi Lautan Manusia, Ribuan Warga Padati Jalan Sambut Pawai 1 Muharram 1448 H

Suasana Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah di kawasan Lambaro, Aceh Besar (15/06/2026). Foto: Dok.Ist

KOTA JANTHO - Kawasan Lambaro, Aceh Besar, mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Senin (15/6/2026) malam. Ribuan warga memadati sepanjang jalan utama untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Agenda tahunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum penting bagi pemkab untuk menyiarkan kebudayaan Islam sekaligus mempererat simpul silaturahmi dengan masyarakat.

Prosesi pelepasan kafilah dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dengan didampingi Wakil Bupati, unsur pimpinan DPRK Aceh Besar, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat teras lainnya.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Besar, Rusdi, S.Sos., M.Si, melaporkan bahwa antusiasme kepesertaan tahun ini melonjak drastis dengan melibatkan puluhan kafilah dari berbagai elemen masyarakat.

Sebanyak 28 kafilah pejalan kaki dari unsur pelajar, organisasi masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga personel TNI dan Polri ikut ambil bagian. Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran 15 mobil hias yang bersolek dengan berbagai dekorasi teatrikal bernuansa Islami.

"Pawai ini merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus upaya mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Aceh Besar," ujar Rusdi dalam keterangan resminya.

Panitia membagi rute menjadi dua jalur untuk mengurai kepadatan. Peserta pejalan kaki bergerak menyusuri rute hingga kawasan SPBU Yahmu.

Sementara itu, iring-iringan mobil hias terus melaju membelah malam hingga ke kawasan Tanjong (Simpang Batoh). Di sepanjang rute yang dilalui, masyarakat berdiri berjejer di bahu jalan, menyaksikan atraksi kreatif dan pesan-pesan keagamaan yang dibawa peserta.

Demi memantik kompetisi yang sehat, panitia juga menyediakan total bonus mencapai Rp68 juta bagi para pemenang.

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dalam pidatonya mengingatkan agar momentum pergantian tahun hijriah ini dijadikan cermin untuk introspeksi kolektif dan motor penggerak perubahan daerah ke arah yang lebih maju.

"Kami mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga kita semua dapat mencapai perubahan yang lebih indah serta kemakmuran bagi masyarakat Aceh Besar," kata Muharram Idris.

Melihat lautan massa yang memadati Lambaro, Muharram menyampaikan apresiasi mendalam kepada para peserta dan warga yang menjaga ketertiban sepanjang acara.

Menurutnya, literasi sejarah Islam bagi generasi muda harus dipupuk melalui kegiatan syiar seperti ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang ikut memeriahkan Tahun Baru Islam. Ini adalah tahun baru umat Islam yang harus terus kita peringati dan rayakan agar anak-anak serta generasi muda Aceh Besar memahami makna dan sejarah kalender Hijriah," ujarnya.

Lebih jauh, Muharram menaruh harapan besar agar kegiatan ini naik kelas. Bukan lagi sekadar agenda rutin kabupaten, melainkan bertransformasi menjadi magnet pariwisata yang mampu menarik kunjungan luar daerah.

"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus terlaksana setiap tahun dan menjadi bagian dari syiar Islam yang semakin kuat di Aceh Besar. Bahkan ke depan, kita berharap dapat menjadi salah satu destinasi wisata religi di Aceh," tambahnya.

Di akhir konsolidasinya di atas panggung, Bupati pilihan rakyat ini menitipkan pesan penting terkait pemeliharaan keamanan, ketertiban, dan persatuan di tengah masyarakat.

Ia juga memberikan peringatan keras kepada dewan juri yang bertugas agar menjaga integritas perlombaan dari praktik kecurangan.

"Dewan juri kami harapkan dapat menilai dengan seksama, adil, dan tanpa kecurangan. Nantinya piala dan hadiah uang tunai akan langsung diserahkan kepada para peserta yang berhasil menjadi juara," tegasnya.

Hingga tengah malam, perayaan menyambut 1 Muharram 1448 H di Tanah Rencong ini ditutup dengan tertib di bawah pengawalan ketat aparat gabungan TNI, Polri, serta petugas Dinas Perhubungan.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait