Tinjau Pabrik Fraksionasi Plasma Pertama RI, Menkes Budi Gunadi Siapkan Integrasi dengan Danantara dan Bio Farma
2 jam yang lalu
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas hilirisasi milik SK Plasma Core Indonesia pada Rabu (3/6/). Foto. Dok. Kemenkes RI
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya memperkuat pilar ketahanan kesehatan nasional melalui percepatan proyek hilirisasi farmasi strategis. Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja langsung ke fasilitas hilirisasi milik SK Plasma Core Indonesia pada Rabu, 3 Juni 2026. Kunjungan ini dilakukan guna meninjau secara dekat kesiapan komersialisasi pabrik fraksionasi plasma pertama di Indonesia.
Dalam arahannya di sela-sela peninjauan fasilitas, Menkes Budi menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kemitraan strategis ini. Pemerintah akan membuka jalan melalui integrasi ekosistem kelembagaan resmi agar proses hilirisasi bahan baku obat tersebut dapat berjalan secara optimal di dalam negeri.
"Kami pasti akan mendukung penuh dan mencari cara terbaik untuk menstrukturkan kerjasama ini dengan baik. Pemerintah dapat bergerak melalui integrasi dengan institusi seperti Danantara, maupun sinergi dengan holding BUMN farmasi seperti Bio Farma”, Ujar Menkes Budi.
Lebih lanjut, Menkes Budi memastikan bahwa kerja sama berskala internasional ini harus benar-benar berjalan konkret dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi seremonial tanda tangan di atas kertas semata.
”Ke depan, kita akan menyusun peta jalan jangka panjang industri layanan kesehatan Indonesia untuk 5, 15, hingga 30 tahun mendatang yang mencakup sektor farmasi, layanan rumah sakit, hingga alat kesehatan. Jika kita bisa mengulang kecepatan pembangunan pabrik plasma ini untuk produksi bahan baku obat lokal, vaksin, dan obat inovatif lainnya, ketahanan kesehatan kita akan sangat kuat," Lanjutnya.
Apresiasi tinggi dari pihak pemerintah terhadap efisiensi regulasi serta kecepatan eksekusi di lapangan terbukti nyata dari lini masa proyek yang berjalan masif. Pergerakan cepat ini diinisiasi sejak adanya perubahan regulasi mendasar yang dilakukan pada tahun 2023 silam, hingga kini pabrik tersebut ditargetkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2027 mendatang.
Menanggapi dukungan penuh dan proteksi regulasi dari Kemenkes, Presiden Direktur SK Plasma Core Indonesia, Hyunho Roh, menyatakan kesiapan penuh korporasi untuk melangkah ke fase berikutnya. Rencana ekspansi tersebut mencakup pengembangan bank plasma di berbagai wilayah Indonesia serta pelaksanaan riset farmasi tingkat lanjut.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan. Saat pertama kali kami datang ke Kemenkes untuk meminta izin usaha, kami berjanji akan membangun pabrik fraksionasi plasma ini dalam waktu dua tahun, dan hari ini pabrik tersebut telah selesai dibangun. Saat ini kami sedang menunggu proses komersialisasi,” Ujar Hyunho.
Hyunho juga menambahkan bahwa SK Plasma Core Indonesia kini siap memulai perjalanan baru bersama pemerintah Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya terbatas untuk pengumpulan plasma melalui bank plasma, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan industri baru di bidang farmasi, manufaktur API (Active Pharmaceutical Ingredient) lokal, serta pengembangan varian vaksin baru.
“Jika Kemenkes memberikan kesempatan berikutnya, kami akan memberikan kemampuan terbaik kami untuk menjaga komitmen tersebut," ungkap Hyunho.
Melalui kunjungan kerja strategis ini, Kementerian Kesehatan menegaskan bakal terus mengawal ketat implementasi regulasi dari sisi hulu hingga ke sisi hilir. Fokus jangka pendek pemerintah akan diarahkan pada penguatan sisi pasokan (supply side) di pusat-pusat plasma (plasma centers) nasional demi menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan dan mandiri.
Editor : Redaksi
Komentar
Berita Terkait
Nasional
Dorong Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Luncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di 103 Balai Ternak
1 Juni 2026, 20:33 WIB
Nasional
Sentil Tantangan Sila Kelima, Firman Soebagyo: Peringatan 1 Juni Bukan Seremoni, Kalau Fondasi Retak Atap Pasti Bocor
1 Juni 2026, 20:20 WIB
Nasional
Ryamizard Ryacudu Wafat, Presiden Prabowo Pimpin Pelepasan Jenazah di Kemenhan
1 Juni 2026, 14:47 WIB
Nasional
Temui Wali Nanggroe Aceh, Wamenko Otto Hasibuan Desak Penguatan Hukum Tata Kelola SDA
1 Juni 2026, 12:51 WIB
Nasional
1 Dari 6 Orang Alami Infertilitas, Wamenkes Dante: Klinik Fertilitas Bukan Mengobati Fisik, Tapi Merawat Harapan
30 Mei 2026, 12:32 WIB
Nasional
Heboh Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar dari APBN, Guru Besar UIN Jakarta Buka Suara
29 Mei 2026, 01:34 WIB