Bupati Aceh Selatan H. Mirwan Copot Dua Kepala Dinas Menjadi Kepala Bidang, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, menyaksikan prosesi penandatanganan berita acara sumpah jabatan oleh seorang pejabat publik yang baru dilantik dalam acara mutasi dan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta Administrator di lingkungan Pemkab Aceh Selatan. Foto: Dok. Prokopim Aceh Selatan.
TAPAKTUAN- Hasil evaluasi dan uji kompetensi yang direkomendasikan oleh BKN akhirnya berdampak pada perombakan struktural di jajaran eksekutif daerah. Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, resmi melantik serta mengambil sumpah jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan pada Selasa, (23/6/2026).
Langkah mutasi ini bukan sekadar penyegaran organisasi berkala, melainkan sebuah tindakan tegas berbasis rapor kinerja objektif dari para pemangku kebijakan.
Dari total 16 pejabat yang masuk dalam pusaran rotasi dan pengukuhan kali ini, perhatian publik tertuju pada nasib dua pejabat eselon II yang resmi mengalami penurunan jabatan (demosi) menjadi eselon III atau tingkat administrator.
Saat menyampaikan arahan di podium, Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menyelipkan pesan reflektif sekaligus peringatan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang ia pimpin.
Ia menegaskan bahwa posisi strategis di birokrasi bukanlah hak absolut melainkan sebuah penugasan yang mutlak dinilai dari output kerja nyata.
"Setiap pejabat yang diberi kepercayaan harus mampu menunjukkan kinerja terbaik, dedikasi tinggi, loyalitas terhadap instansi, serta komitmen dalam melayani masyarakat," tegas Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan.
Mirwan menekankan, para figur yang dipercaya menakhodai organisasi perangkat daerah harus bertindak sebagai pemimpin visioner dan inovatif.
Menurutnya, respons yang cepat terhadap dinamika pembangunan daerah adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi.
Lebih lanjut, Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, menyoroti tuntutan publik yang kian kritis terhadap efisiensi birokrasi. Aparatur pemerintahan dituntut lincah memangkas rantai birokrasi yang berbelit demi mewujudkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.
"Kita tidak boleh lagi bekerja dengan pola lama. Reformasi birokrasi harus terus dilakukan dengan budaya kerja yang berorientasi pada hasil, disiplin, profesional, serta menjunjung tinggi integritas dan etika pemerintahan," ujarnya.
Bupati Aceh Selatan ini menginstruksikan seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera memetakan masalah pokok di instansi masing-masing tanpa menunda waktu.
Program kerja ke depan harus memiliki indikator keberhasilan yang terukur agar asas kemanfaatannya dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh Selatan.
Di samping itu, ada beberapa target prioritas daerah yang dibebankan kepada para pejabat baru, meliputi:
- Akselerasi target pembangunan jangka menengah daerah.
- Pembenahan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
- Intervensi program penanggulangan kemiskinan.
- Optimalisasi layanan sektor kesehatan dan pendidikan dasar.
- Stimulus ekonomi lokal berbasis potensi riil wilayah.
Pergeseran Kursi Panas dan Degradasi Jabatan
Merujuk pada Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 821.22/132/2026 yang ditandatangani per tanggal 22 Juni 2026 mengenai Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, dua pimpinan dinas dipastikan terdepak dari kursi eselon II:
Filda Yulisbar, SSTP, M.IP: Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, kini digeser menjadi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat pada Satpol PP dan WH.
Indra Hidayat, S.Ag., M.Ag: Sebelumnya menjabat Kepala Dinas Syariat Islam, kini menempati posisi baru sebagai Kepala Bidang Kearsipan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Di koridor rotasi horizontal, terjadi pertukaran posisi strategis antara Dicky Ichwan yang kini menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (sebelumnya Kepala Satpol PP dan WH), serta Munharsam yang kini dipercaya memimpin Dinas Pariwisata setelah meninggalkan kursi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian.
Kekosongan Kursi JPT Diisi Lewat Seleksi Terbuka
Efek domino dari pergeseran massal ini menyisakan sejumlah pos pimpinan tinggi pratama yang lowong.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Mirwan memastikan pemerintah daerah akan segera menggelar mekanisme open bidding atau lelang jabatan secara terbuka dalam waktu dekat guna mematuhi asas keterbukaan informasi publik dan regulasi ASN.
"Insya Allah dalam waktu dekat akan dilaksanakan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan," ungkapnya.
Langkah ini diambil agar pengisian jabatan eselon II ke depan dapat berjalan kompetitif dan objektif, guna menjaring figur birokrat yang tidak hanya cakap secara administratif melainkan memiliki komitmen moral yang kuat.
Menutup jalannya prosesi upacara, Bupati mengajak seluruh elemen birokrasi mempererat koordinasi demi kemajuan daerah yang madani.
"Kita harus bekerja bersama, bergandengan tangan, dan bersinergi demi kemajuan Aceh Selatan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi
Komentar
Berita Terkait
News
Ratusan Warga Aceh Singkil Demo Bupati, Tuntut Pencairan Jadup
9 Juni 2026, 12:31 WIB
News
Jamaah Haji Aceh Asal Aceh Timur Wafat di Pesawat Saat Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
Kemarin, 12:44 WIB
News
Seleksi JPT Aceh Kembali Diperpanjang, Dr. Nasrul Zaman: Pansel Kini Seperti "Macan Ompong"
21 Juni 2026, 18:42 WIB
News
Kios Servis Elektronik di Kuta Baro Aceh Besar Terbakar, Kerugian Masih Didata
20 Juni 2026, 14:00 WIB
News
Ditreskrimum Polda Aceh Amankan Lima Terduga Pelaku Pungli di Kawasan Wisata Lamreh
19 Juni 2026, 16:33 WIB
News
PuKAT Desak Kejari Usut Anggota DPRK Aceh Selatan yang Diduga Garap Dapur MBG
18 Juni 2026, 20:28 WIB