Korban Selamat Ungkap Detik-detik Ledakan KMP Aceh Hebat 2

Nana

Nana

1 jam yang lalu

3 menit baca
Korban Selamat Ungkap Detik-detik Ledakan KMP Aceh Hebat 2

Kondisi korban ledakan kapal Aceh Hebat 2. Foto: Nana

BANDA ACEH – Kesaksian korban selamat mengungkap detik-detik terjadinya ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang mengakibatkan sejumlah taruna dan dosen mengalami luka bakar. Salah seorang korban, Saufi Rahmadhan, mengatakan peristiwa itu terjadi saat mereka mengikuti kegiatan akademik di atas kapal.

Saufi menuturkan, rombongan taruna datang ke kapal dalam rangka kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS). Sesampainya di kapal, mereka mendapat pengarahan dari dosen sebelum diajak melihat berbagai komponen dan sistem permesinan kapal.

“Kami diberi arahan, kemudian diperlihatkan berbagai suku cadang seperti piston, ring oli, dan crankshaft. Setelah itu kami turun ke ruang mesin untuk mengenal bagian-bagian mesin kapal,” kata Saufi.

Menurutnya, kegiatan tersebut hanya berupa pengenalan komponen mesin dan tidak ada aktivitas pembongkaran maupun perbaikan mesin. Dosen pendamping hanya menjelaskan fungsi sejumlah komponen, seperti mesin utama, turbocharger, injektor, filter, dan generator.

Karena suhu di ruang mesin utama cukup tinggi, sebagian taruna memilih berpindah ke ruang generator yang berada di sebelahnya. Sementara itu, beberapa taruna bersama dosen masih berada di ruang mesin utama.

“Tidak lama setelah kami keluar dari ruang utama, tiba-tiba terdengar suara ledakan,” ujarnya.

Saufi mengaku spontan menutupi wajah dengan kedua tangannya untuk menghindari semburan api. Refleks itu membuat tangannya mengalami luka bakar, namun wajahnya terhindar dari cedera yang lebih serius.

“Saya langsung menutupi wajah. Banyak teman yang mengalami luka bakar di wajah dan bagian tubuh lainnya,” katanya.

Ledakan tersebut disusul kobaran api dan asap hitam yang memenuhi ruangan. Kondisi itu membuat para korban kesulitan menyelamatkan diri karena akses keluar tertutup api dan asap tebal.

“Saya melihat ada sudut ruangan yang agak jauh dari api, lalu berlari ke sana. Setelah api mereda, baru kami bisa keluar,” tutur Saufi.

Ia mengaku menjadi salah seorang yang terakhir keluar dari ruang mesin. Saat itu, dirinya sudah tidak mengetahui keberadaan dosen pendamping yang sebelumnya berada di ruang mesin utama.

Setelah berhasil keluar dari kapal, para korban dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis sambil menunggu kedatangan ambulans.

Saufi menggambarkan kondisi para korban cukup memprihatinkan. Sejumlah taruna mengalami luka bakar di tangan, wajah, telinga, dan bagian tubuh lainnya. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif.

“Ada yang telinganya melepuh, tangannya terbakar, dan wajahnya mengalami luka bakar cukup parah,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran di atas kapal bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, para taruna telah beberapa kali mengikuti kegiatan serupa untuk mengenal sistem permesinan kapal yang sedang bersandar.

“Kami hanya belajar mengenal bagian-bagian mesin kapal. Tidak ada praktik bongkar mesin. Tiba-tiba saja terjadi ledakan,” katanya.

Kesaksian Saufi memberikan gambaran mengenai situasi saat insiden terjadi. Hingga kini, penyebab pasti ledakan KMP Aceh Hebat 2 masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Editor : Nana

Komentar

Berita Terkait