BPSDM Aceh Loloskan 50 Peserta LTAPT 2026

Redaksi

Redaksi

4 jam yang lalu

2 menit baca
BPSDM Aceh Loloskan 50 Peserta LTAPT 2026

Flayer LTAPT 2026. Dok. Istimewa

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh resmi mengumumkan hasil akhir seleksi Program Language Training for Academic Purpose Test (LTAPT) Tahun 2026.

Program ini dirancang khusus sebagai proyeksi strategis "Jembatan Menuju Dunia" guna mengantarkan putra-putri terbaik Aceh menembus jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di perguruan tinggi kelas dunia.

Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A, menegaskan bahwa LTAPT menjadi pilar investasi jangka panjang pemerintah daerah untuk memutus ketertinggalan daya saing global talenta lokal di kancah internasional.

"Program LTAPT bukan sekadar pelatihan bahasa asing, melainkan investasi strategis Pemerintah Aceh dalam menyiapkan generasi muda Aceh yang mampu bersaing di tingkat internasional. Kami ingin memastikan bahwa putra-putri terbaik Aceh memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan global dan kembali membangun Aceh," ujar Marthunis di Banda Aceh, Jumat, 26 Juni 2026.

Gugurkan Puluhan Kuota demi Menjaga Standar Kelulusan

Proses penyaringan peserta LTAPT berjalan sangat ketat melalui verifikasi berkas, wawancara mendalam, hingga kalkulasi komitmen kontribusi peserta pasca-studi.

Dari total 529 pendaftar yang membeludak, tim penguji independen yang terdiri dari akademisi dan alumni beasiswa internasional hanya meloloskan 100 orang ke fase wawancara.

Menariknya, panitia menerapkan kebijakan berani berupa prinsip "Integrity Over Quota", yakni mengutamakan kualitas nilai riil peserta di atas ambisi pemenuhan kuota administratif.

Dampaknya, pada jalur Bahasa Inggris hanya 40 peserta yang dinyatakan lulus. Sementara pada jalur Bahasa Mandarin, tim penguji hanya meloloskan 10 orang dari total kapasitas kuota yang disediakan sebanyak 20 orang.

Langkah ini diambil untuk memastikan investasi dana daerah tidak terbuang sia-sia pada kandidat yang tidak memenuhi standar.

Peringatan Keras Bagi Peserta yang Lolos

Marthunis mengingatkan para peserta terpilih bahwa kelulusan ini merupakan langkah awal dari beban tanggung jawab moral yang besar sebagai agen perubahan daerah di level global.

"Keberhasilan dalam seleksi ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan dan duta pembangunan Aceh di tingkat global. Kami berharap para peserta yang terpilih dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya serta kembali mengabdikan ilmu dan pengalamannya untuk kemajuan Aceh," tambahnya.

Manajemen BPSDM Aceh memberikan peringatan keras bahwa seluruh peserta yang lulus wajib mengikuti setiap tahapan koordinasi serta jadwal pelatihan tanpa dispensasi.

Kelalaian atau ketidakpatuhan terhadap regulasi administrasi yang telah ditetapkan panitia akan berujung pada sanksi gugur otomatis, dan posisi mereka langsung digantikan oleh daftar peserta cadangan.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait