Kepala BKK Banda Aceh: Jemaah Haji Akan Jalani Skrining Kesehatan Berlapis Saat Tiba di Debarkasi

Nana

Nana

15 Juni 2026, 14:06 WIB

3 menit baca
Kepala BKK Banda Aceh: Jemaah Haji Akan Jalani Skrining Kesehatan Berlapis Saat Tiba di Debarkasi

Jemaah haji Aceh, foto: ist

Banda Aceh – Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardana, SKM, MKM, memastikan pihaknya telah menyiapkan pengawasan kesehatan berlapis untuk menyambut kepulangan jemaah haji Debarkasi Aceh tahun 2026.

Pemeriksaan dilakukan sejak jemaah masih berada di dalam pesawat hingga kembali ke daerah asal.

Ali Isha Wardana mengatakan, langkah pertama yang dilakukan adalah mengerahkan tim boarding yang terdiri dari dokter dan perawat untuk masuk ke dalam pesawat sesaat setelah pesawat mendarat.

“Tim boarding akan memastikan kondisi kesehatan jemaah dengan memilah jemaah yang sehat, jemaah yang memiliki gejala tertentu, serta jemaah yang membutuhkan pelayanan khusus,” ujarnya, di deberkasi asmara haji Aceh, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, jemaah yang dalam kondisi sehat akan diarahkan melalui jalur normal menggunakan garbarata dan fasilitas yang telah disediakan di bandara.

Sementara jemaah berkebutuhan khusus akan mendapatkan pelayanan khusus agar proses turun dari pesawat berlangsung aman dan nyaman.

"Bagi jemaah yang menunjukkan gejala penyakit atau membutuhkan penanganan medis segera, petugas kesehatan akan langsung melakukan evakuasi menggunakan ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit,"paparnya.

Selain pemeriksaan di dalam pesawat, seluruh jemaah juga akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner yang telah disiapkan di area kedatangan bandara.

“Apabila dari hasil skrining ditemukan jemaah dengan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, maka akan dilakukan penanganan sesuai prosedur kesehatan yang berlaku, termasuk kemungkinan dirujuk atau menjalani observasi,” kata Ali Isha Wardana.

Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan tidak berhenti di bandara. Setelah proses kedatangan selesai, setiap bus yang mengangkut jemaah menuju Asrama Haji Aceh akan didampingi petugas kesehatan.

Petugas tersebut bertugas memberikan edukasi kepada jemaah mengenai pentingnya menjaga kondisi kesehatan setelah kembali dari Tanah Suci serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami gangguan kesehatan di daerah asal.

Menurut Ali Isha Wardana, BKK memiliki kewajiban untuk melakukan pemantauan kesehatan jemaah selama dua kali masa inkubasi atau sekitar 14 hari setelah kepulangan.

“Selama masa pemantauan tersebut, kondisi kesehatan jemaah akan terus diawasi untuk memastikan tidak ada gejala penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan mekanisme koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan instansi terkait apabila ditemukan jemaah yang membutuhkan pelayanan medis selama masa pemantauan.

Dengan sistem pengawasan berlapis yang diterapkan sejak pesawat mendarat hingga jemaah kembali ke daerah masing-masing, BKK Kelas I Banda Aceh berharap proses kepulangan jemaah haji Debarkasi Aceh dapat berlangsung aman serta mampu mencegah risiko penyebaran penyakit.

Ali Isha Wardana menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada jemaah haji yang kembali dari Tanah Suci.

Editor : Nana

Komentar

Berita Terkait